Tampilkan postingan dengan label C. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label C. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Array Pada C

Array (Larik) adalah kumpulan nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen larik yang letak urutannya ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index yang dimulai dengan index nol.
Larik dapat berdimensi satu (one dimensional array) yang mewakili suatu vektor, larik berdimensi dua (two dimensional array) mewakili bentuk suatu matrik atau tabel, larik berdimensi tiga (three dimensional array) mewakili suatu bentuk ruang atau berdimensi lebih dari tiga.
 
Array Dimensi 1
Suatu larik dapat dideklarasikan dengan menyebutkan jumlah dari elemennya yang dituliskan diantara tanda ‘[ ]’. 
Contoh :
                        Int X[5];

Contoh array berdimensi Satu :
#include
main()
{
    float X[3] = {5,3,7}, Total = 0;
    int I;
    for(I=0;I<=2;I++) Total = Total + X[I];
        printf(‘Total = %f \n”,Total);
}

Output :
Total = 15.000000

Array Dimensi 2
Pendeklarasian array dimensi dua :
       int X[3][4];  -->  berarti akan membentuk matrik dengan ukuran 3 baris X 4 kolom
       int X[2][3]={1,2,3,4,5,6} --> matrik 2X3
       atau array tidak berukuran seperti :
             int X[ ][4] ={1,2,3,4,5,6,7,8} --> matrik 2X4

Contoh array dimensi dua :
#include
#include
int main(){
    int I,J;
    float X[3][4] = { 12.34, 34.56, 56.78, 78.90, 23.45, 45.67, 67.89, 

                            89.01, 34.56, 56.78, 78.90, 90.12};
    for(I=0;I<3 br="">        for(J=0;J<3 br="">            printf("%8.2f", X[I][J]);
    printf("\n");
    }
printf("\n");
return 0;
}

Output Program :









Array String
Hubungan antara nilai array string dengan nilai larik karakter







Contoh 1 :
#include
#include
int main(){
    int I,J;
    float X[3][4] = { 12.34, 34.56, 56.78, 78.90, 23.45, 45.67, 67.89, 89.01, 34.56, 56.78, 78.90, 90.12};
    clrscr();
    for(I=0;I<3 br="">    for(J=0;J<3 br="">    printf("%8.2f", X[I][J]);
    printf("\n");
    }
printf("\n");
return 0;
}

Output Program :













 
Contoh 2 :
#include
#include
main(){
    int I,J;
    char Hari[7][10] = {"Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jum’at", "Sabtu" };
    clrscr();
    for(I=0;I<7 br="">    {
        printf("%s\n", Hari[I]);
    }
    getch();
    return 0;
}

Output Program :















Kamis, 24 Januari 2013

Perulangan Pada C

a. Statement for
    Sintaks :
                  for ( inisialisasi; terminasi; iterasi ) statement;

    inisialisasi adalah pemberian nilai awal variable untuk perulangan, terminasi adalah pemberian nilai akhir atau batas perulangan, iterasi adalah perubahan variable kontrol (counter). 
Contoh Program :
#include
#include
int main()
{
   int a;
   clrscr();
   for( a = 1; a<=10; a++)
    printf("%d ",a);
   getch();
   return 0;
}


Output :















b. Statement While
    Sintaks :
                   while (kondisi ) statement;
    Statement dapat berupa statement kosong, statement tunggal maupun blok statement. Proses perulangan akan terus dilaksanakan jika kondisi dalam while masih bernilai benar.
Contoh Program :
#include
#include
int main()
{
    int a=1;
    clrscr();
    while(a<=10)
    {
        printf("%d ",a);
        a++;
    }
    getch();
    return 0;

Output Program :















c. Statement Do..While
    Sintaks :
                   do
                            statement
                   while ( kondisi )
    Sedikitnya statement akan diproses sebanyak 1 kali karena seleksi kondisi dilaksanakan diakhir statement.
Contoh Program :
#include
#include
int main()
{
    int a=1;
    clrscr();
    do
    {
        printf("%d ",a);
        a++;
    }
    while(a<=10);
    getch();
    return 0;
}  

Output Program :















d. Statement continue
Statement continue akan menyebabkan proses perulangan kembali ke awal perulangan dengan mengabaikan statement setelah statement continue.
Contoh Program :
#include
#include
int main()
{
    int a;
    clrscr();
    for( a = 1; a<=10; a++)
    {
        if (a==5) continue;
        printf("%d ",a);
    }
    getch();
    return 0;

Output Program :















e. Statement break
Statement break akan menyebabkan proses keluar dari blok looping atau blok statement pada case.
Contoh Program :
#include
#include
int main()
{
    int a;
    clrscr();
    for( a = 1; a<=10; a++)
    {
        if (a==5) break;
        printf("%d ",a);
    }
    getch();
    return 0;
}  


Output :












f. Statement goto label
   Digunakan untuk melompat dari satu proses ke proses tertentu didalam program.
   Sintaks :
                    goto label;
   Proses lain yang ditunjuk sebagai lompatan akan ditulis
                    label :

Percabangan Pada C

1. Statement If
 
a. Bentuk If tunggal sederhana
    Sintaks :
                      if ( kondisi ) statement ;
    Bentuk ini menunjukkan jika kondisi bernilai benar, maka statement yang mngikutinya akan dieksekusi Jika tidak maka statement selanjutnya yang akan diproses. 
 
b. Bentuk If tunggal blok statement
    Sintaks :
                      if ( kondisi ) {
                          blok statement;
                          } 
    Perbedaan dengan bentuk sebelumnya statement yang akan dilaksanakan ada dalam satu blok kurung kurawal. 
 
c. Bentuk If..Else
    sintaks :
                     if ( kondisi )
                         statement1;
                     else
                         statement2;
 
Statement setelah kondisi atau statement sesudah else dapat berupa statement kosong, statement tunggal maupun blok statement. statement1 akan dijalankan jika kondisi benar, jika salah maka statement2 yang akan diproses. 
Contoh Program :
//Program menentukan ganjil atau genap
#include
int main()
{
  int Bilangan;
  char Lagi;
    printf("Mencari Bilangan Ganjil atau Genap\n\n");
    printf("Input Bilangan : ");
    scanf("%d", &Bilangan);
    if(Bilangan %2 == 1)
        printf("\n\nIni Bilangan Ganjil");
    else
        printf("\n\nIni Bilangan Genap");
    return 0; 
 
Output :     Mencari Bilangan Ganjil atau Genap
                 Input Bilangan : 15
                 Ini Bilangan Ganjil

d. Bentuk If..else if…else
    Sintaks :
                       if ( kondisi 1)
                           statement1;
                       else if ( kondisi 2 )
                           statement2;
                       else if ( kondisi 3)
                           statement3;
                           .
                       else
                           statement default;
Proses akan mulai dari penyeleksian kondisi 1, jika benar maka statement yang mengikutinya akan dieksekusi, jika salah maka akan masuk proses seleksi kondisi 2, begitu seterusnya. Jika semua kondisi tidak ada yang terpenuhi, maka program akan menjalankan statement default.
Contoh Program :
#include
int main()
{
    int Nilai; char Mutu;
    printf("Mencari Mutu Nilai\n\n");
    printf("Input Nilai Mahasiswa : ");
    scanf("%d", &Nilai);
    if (Nilai<50 font="" mutu="E">
    else if(Nilai<65 font="" mutu="D">
    else if(Nilai<75 font="" mutu="C" nbsp="">
    else if (Nilai<85 font="" mutu="B">
    else Mutu = 'A';
    printf("\n\nNilai Mahasiswa yang diinput = %d", Nilai);
    printf("\nMutu Nilai = %c", Mutu);
return 0; 

Output :    Mencari Mutu Nilai
                Input Nilai Mahasiswa : 78
                Nilai Mahasiswa yang diinput = 78
                Mutu Nilai = B

e. Bentuk If bersarang ( nested if )
    Sintaks :
                     if ( kondisi 1)
                          if ( kondisi 2)
                              .
                              .
                              if (kondisi n)
                                 statement;
                             else
                                 statement;
                               .
                               .
                             else
                                 statement
                           else statement;
Kondisi yang akan diseleksi pertama kali adalah kondisi yang paling luar (kondisi 1). Jika bernilai tidak benar maka statement setelah else yang terluar ( pasangan dari if yang bersangkutan ) yang akan diproses.

f. Bentuk If dengan kondisi berupa variable
   Contoh :
                    if ( D == 0 )
                        printf (“Nilai D sama dengan Nol \n”);
                   else
                        printf (“Nilai D tidak sama dengan Nol \n”);

g. Bentuk If dengan kondisi Jamak
    Beberapa kondisi dapat diseleksi sekaligus dalam statement if dengan menggunakan operator
    logika AND ( && ), OR ( || ), atau NOT ( ! )

h. Operator ?
    Dapat digunakan untuk menggantikan statement if..else..
    sintaks :
                    ( kondisi ) ? statement1 : statement2;
    jika benar statement1 akan diproses, jika salah statement2 yang akan diproses.
 
2. Statement Switch 
 
a. Statement Switch tunggal
    Sintaks :
                   switch ( kondisi ) {
                   case konstanta1 :
                           statement-statement;
                           break;
                   case konstanta2 :
                           statement-statement;
                           break;
                     .
                     .
                   default :
                           statement-statement;
                    } 
 
Contoh Program :
 
//Program dengan switch Case
#include
int main(){
int Pilih;
printf("----MENU BUAH----\n");
printf("\n1. APEL");
printf("\n2. MANGGA");
printf("\n3. JERUK");
printf("\n4. KELUAR");
printf("\n\nPilihan Anda [1-4] : ");
scanf("%d",&Pilih);
switch(Pilih){
   case 1 : printf("\n\nANDA PILIH APEL"); break;
   case 2 : printf("\n\nANDA PILIH MANGGA"); break;
   case 3 : printf("\n\nANDA PILIH JERUK"); break;
   case 4 : exit(0);
   default : printf("\n\nANDA SALAH INPUT...");
}
return 0; 
 
b. Statement nested switch 
    Yaitu statement switch yang berada didalam switch lainnya 
    Sintaks : 
                      switch ( kondisi ) {
                      case konstanta 1 :
                              statement-statement ;
                              switch ( kondisi x ) {
                              case konstanta 1a :
                                      statement-statement ;
                                      break;
                              case konstanta 1b :
                                      statement-statement ;
                                      break;
                              }
                              break;
                       case konstanta 2 :
                               statement-statement;
                               break;
                        } 

Senin, 03 Desember 2012

Input Dan Output Pada C

MEMASUKAN DATA

Fungsi-fungsi yang digunakan
Fungsi-fungsi pustaka yang digunakan untuk memasukkan data melalui keyboard, prototypenya ada di file judul stdio.h dan conio.h . Fungsi-fungsi yang menggunakan file judul stdio.h yaitu gets() dan scanf(). Sedangkan fungsi yang menggunakan file judul conio.h, yaitu getche(), getchar(), dan getch().
Untuk memasukkan nilai karakter tidak terformat digunakan getchar() getch(),dan getche(), tergantung dari karakteristik masing-masing.

getchar() Sintak: : int getchar(void):
Fungsi :
  • mengembalikan sebuah karakter (nilai ASCII) berikutnya dari buffer keyboard.
  • Karakter ditampilkan di layar monitor
  • Menunggu sampai ada ENTER
  • Header file ada di stdio.h
getch() Sintak: int getch(void):
Fungsi :
  • mengembalikan satu karakter dari buffer keyboard
  • karakter tidak ditampilkan di layar monitor (no echo)
  • Tidak menunggu sampai ada ENTER
  • Cocok untuk membuat password
  • Header file ada di conio.h
getche() Sintak : int getche(void)
Fungsi :
  • mengembalikan satu karakter dari keyboard
  • Karakter ditampilkan di layar (echo)
  • Tidak menunggu sampai ada ENTER
  • Header file ada di conio.h
gets() Sintak : char *gets(char *buffer)
Fungsi:   
  • membaca string dari keyboard sampai ketemu new-line dan disimpan pada buffer.
  • Kemudian new-line di replace dengan null character
  • Mengembalikan nilai NULL jika ada error dan mengembalikan argument-nya (buffer) jika
    sukses.
Untuk meg-input nilai data terformat digunakan perintah scanf(), Spesifikai format adalah : ”% type” dimana type bisa diganti dengan salah satu dari sebagai berikut :
Fungsi scanf mengembalikan tipe integer, dimana nilai nya menyatakan jumlah field yang sukses di assigned.
Contoh:
     int x,y,z,w;
     x=scanf("%d %d %d",&y,&z,&w);
maka :
  • Jika di input dari keyboard 3 buah nilai interger 6 7 8, maka nilai x = 3;
  • Jika di input dari keyboard 4 buah nilai interger 6 7 8 9 maka nilai x = 3 (karena 3 nilai yg sukses diassigned masing-masing ke variabel y, z dan w)
Karakter Space, tab, linefeed, carriage-return, formfeed, vertical-tab, dan newline disebut ”white-space characters” . Contoh :
        char ss[40];
        scanf(”%s”,ss);
Pada potongan program diatas, jika dimasukkan string ”Selamat Pagi Pak” dari keyboard maka yg dimasukkan ke variabel ss hanya “Selamat” saja.
Untuk mengambil string yang diakhiri karakter tertentu (misalnya ENTER), dengan scanf, menggunakan format
[^\n]. Menjadi :
        char ss[40];
        scanf(”%[^\n]”,ss);

MENAMPILKAN HASIL

Fungsi-fungsi umum yang digunakan
Prototype dari fungsi-fungsi untuk menampilkan hasil terdapat pada file judul stdio.h bersifat standar
yaitu putchar(), puts(), printf(), fprintf() dan conio.h bersifat tidak standar, dalam arti tidak semua kompiler C menyediakan yaitu clrscr(), gotoxy().
Untuk menampilkan hasil tidak terformat digunakan putchar() untuk menampilkan karakter tidak
terformat dan puts() untuk menampilkan string tidak terformat. Maksudnya tidak terformat adalah lebar dan bentuk tampilannya tidak dapat diatur.
Sedangkan untuk hasil terformat digunakan perintah printf dengan spesifikai format sbb: %[flags][width] [.precision] type;
width : menentukan jumlah kolom yang disediakan
precision : menentukan jumlah angka dibelakang koma (untuk bilangan pecahan)
flags dapat diganti sbb:
none : right justify (rata kanan)
-  : left justify (rata kiri)
+ : untuk bilangan dimulai dengan tanda – jika negatip atau + jika positip

contoh program :

putchar( ) Sintak: int putchar(int c)
Fungsi :
  • Menampilkan karakter ke layar monitor pada cursor, kemudian setelah ditampilkan cursor bergerak ke posisi berikutnya.
  • Mengembalikan EOF jika error, dan mengembalikan karakter yang ditampilkan jika sukses
  • Putchar adalah macro yang sama artinya dengan: putc(c, stdout )
  • Header File : stdio.h
putch( ) Sintak : int putch(int ch)
Fungsi :
  • menampilkan karakter ascii di ch di monitor tanpa memindahkan kursor ke posisi berikutnya
  • Header file : conio.h
  • Mengembalikan EOF jika error, dan mengembalikan karakter yang di tampilkan jika sukses.
puts( ) Sintak : int puts(const char *str);
Fungsi:
  • Menampilkan string str ke layar monitor dan memindahkan kursor ke baris baru.
  • Header file: stdio.h
  • Mengembalikan nilai non-negative jika sukses dan EOF jika ada error.
CONTOH :
       puts(”Selamat Datang”);
       puts(”Di GUNDAR”);
Tampilan di layar monitor:
       Selamat Datang
       Di GUNDAR
Penempatan kursor
  • Layar dapat dihapus dengan menggunakan fungsi: clrscr();
  • Kursor dapat dipindahkan ke posisi manapun di dalam layar monitor dengan menggunakan fungsi : gotoxy(col,row); dimana col = kolom dan row = baris
  • Sebagian dari baris, mulai posisi kursor hingga akhir baris (end of line), dapat dihapus dengan fungsi: clreol();
  • Function prototype untuk fungsi gotoxy(), clrscr(), clreol() pada bahasa C terdapat pada header file :

Rabu, 21 November 2012

Konsep Tipe Data dan Operator Pada Bahasa C

TIPE DATA

         C menyediakan 5 macam tipe data dasar, yaitu tipe data integer (numerik bulat dideklarasikan dengan int), floating point (numerik pecahan ketepatan tunggal dideklarasikan dengan float), double precision (numerik pecahan ketepatan ganda dideklarasikan dengan double), karakter (dideklarasikan dengan char) dan kosong (dideklarasikan dengan void). Untuk int, float, double dan char dapat dikombinasikan dengan pengubah (modifier) signed, unsigned, long, short, maka hasilnya menjadi seperti pada tabel berikut.
                                                                Tipe Data Dasar

KONSTANTA
Konstanta adalah suatu nilai yang tidak pernah berubah selama proses program. Dibagi menjadi 4, yaitu :
  1. Konstanta Numerik Integer
    Merupakan nilai numerik bilangan bulat. Sesuai dengan tipe data yang ada maka dapat berupa
    konstanta numerik integer bertanda diberi tanda, integer tidak bertanda (diberi huruf u atau U pada akhir nilainya), integer panjang bertanda (diberi huruf l atau L diakhir nilainya) dan integer panjang tidak bertanda (diberi huruf ul atau UL diakhir nilainya).
  2. Konstanta numerik pecahan
    Merupakan nilai numerik yang dapat mempunyai nilai pecahan dibelakang titik desimal. Dapat bernilai ketepatan tunggal (float), ketepatan ganda (double), atau ketepatan ganda panjang (long double).
  3. Konstanta Karakter dan String
    Merupakan nilai sebuah karakter yang ditulis diantara tanda petik ganda. Pengertian karakter disini meliputi huruf a-z atau A-Z, digit 0 – 9 karakter khusus dan karakter grafik.
  4. Konstanta Karakter Escape
    Escape character banyak digunakan di statemen-statemen untuk menampilkan hasil. Konstanta
    karakter escape diawali dengan tanda ‘ \ ‘.

Operator

Macam-macam operator yang tersedia
Operator adalah suatu tanda atau simbol yang digunakan untuk suatu operasi tertentu. Bahas aC menyediakan operator pengerjaan, operator aritmatika, operator tipe, operator hubungan, operator logika, operator bitwise, operator ternary dan operator koma.

Operator Aritmatika (Arithmetic operator)

 
 
 
 
 
Operator aritmatika melibatkan 2 buah operand, terkadang operand yang digunakan berbeda tipenya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka kompiler C mempunyai pedoman untuk operand yang berbeda tipe :
  1. Tipe char akan dikonversikan ke tipe int
  2. Tipe float akan dikonversikan ke tipe double
  3. Jenjang tertinggi adalah mulai dari long double, double, long int, unsigned int, dan int. ini berarti tipe double dioperasikan dengan tipe int akan menghasilkan tipe double.
Operator Unary (Unary Operator)
Operator unary merupakan operator yang hanya menggunakan sebuah operand saja. Operator-operator unary mempunyai jenjang 2.









Operator Pengerjaan Aritmatika (Assigment Operator)
Operator pengejaan digunakan untuk memindahkan nilai dari suatu ungkapan kesuatu pengenal.
Operator pengerjaan mempunyai jenjang 14.







Operator Hubungan (Relational Operator)
Operator hubungan digunakan untuk menunjukkan hubungan antara 2 buah operand. Banyak digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan statement if, do-while, atau while.








Operator Logika (Logical Operator)
Operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan.




Operator Koma (Comma Operator)
Operator koma digunakan untuk menggabungkan beberapa ungkapan dengan proses yang berurutan dari ungkapan sebelah kiri koma ke ungkapan sebelah kanan koma. Operator koma mempunyai jenjang 16.

Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit nilai data yang ada di memori. Operator-operator ini hanya dapat digunakan untuk tipe data char, int, dan long int.








Operator Pengerjaan Bitwise

Minggu, 04 November 2012

Konsep Dasar Bahasa Pemrograman C

SEJARAH

Bahasa C dikembangkan di Bell Laboratories pada tahun 1972 oleh Dennis Ritchie. Prinsip dasar dan
idenya didapat dari bahasa yang sudah ada sebelumnya yaitu bahasa B dan BCPL dan CPL(Combined Programming Language) yang dikembangkan dengan tujuan untuk membentuk suatu bahasa yang mampu untuk pemrograman high level, machine independent programming dan masih memungkinkan para pemrogram untuk mengatur prilaku informasinya. Masalah utama dari CPL adalah ukurannya yang terlalu besar untuk digunakan pada beberapa aplikasi. Pada tahun 1967, BCPL ( Basic CPL ) diciptakan dan dikembangkan oleh Martin Richards, dan kemudian dikembangkan menjadi bahasa B oleh Ken Thompson ditahun 1970, untuk system UNIX pertama pada PDP-7 di Bell Laboratories. Akhirnya pada tahun 1972, bahasa B dikembangkan menjadi bahasa C. Compiler C yang pertama didesain dan diimplementasikan oleh Dennis Ricthie dan digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan system operasi UNIX .
Bahasa C pertama kali. C adalah “K & R” C, yang merupakan singkatan dari nama penemunya. Selama akhir tahun 1970, C berkembang melalui banyak akademi dan universitas, karena kedekatannya dengan Unix dan ketersediaan dari C compiler. Kepopuleran C menyebabkan berbagai organisasi menggunakan vers C sendiri dan mengakibatkan masalah kompatibilitas. Untuk mengatasi hal ini, pada tahun 1983, American National Standards Institute ( ANSI ) membentuk sebuah komite untuk menetapkan definisi standar bahasa C, yang kemudian dikenal dengan istilah ANSI Standard C. Penggunaan bahasa C saat ini berkembang dengan standar fungsi library yang banyak.

Alasan-alasan Menggunakan Bahasa C
1. Bahasa C tersedia hampir disemua jenis komputer.
2. Kode bahasa C bersifat Portable.
3. Bahasa C hanya menyediakan sedikit Reserved Word. Keandalan C dicapai dengan fungsi-fungsi
    pustaka.
4. Proses executable program dalam bahasa C lebih cepat.
5. Dukungan pustaka yang banyak.
6. C merupakan bahasa terstruktur.
7. Selain bahasa tingkat tinggi, C juga dianggap sebagai bahasa tingkat menengah.
8. C adalah bahasa kompiler.

STRUKTUR PROGRAM C
Struktur program C dapat dilihat sebagai kumpulan satu atau lebih fungsi-fungsi.Fungsi yang harus ada adalah main(), karena fungsi ini merupakan titik awal dan titik akhir peng-eksekusian program. Diawali dengan tanda ( { ) dan diakhiri dengan ( } ). Bentuk umumnya :

       main()
      {
            Block statement;
       }

Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemrograman terstruktur, karena strukturnya menggunakan fungsi-fungsi sebagai program-program bagian (subroutine). Fungsi-fungsi ini dapat ditulis setelah fungsi utama atau diletakkan di file pustaka (library). Jika Fungsi diletakkan di file library dan akan dipakai pada suatu program maka nama header file- nya harus disertakan didalam program dengan preprocessor directive #include.

Contoh program sederhana :
       #include
       main()
      {
              printf(“Hello World…!!! “);
      }

HEADER FILE
Merupakan file yang berisi prototype (judul, nama, dan sintaks ) dari sekumpulan fungsi-fungsi pustaka tertentu, sedangkan fungsi-fungsi pustakanya sendiri disimpan difile pustaka (library file dengan extension .LIB).
Cara penulisannya adalah
     #include

File stdio.h akan dicari mulai dari directory tempat header file tersebut di-install. Jika tdk ada akan dilanjutkan mencarinya ke current / working directory.
atau

     #include “nama header file”

File stdio.h akan dicari mulai dari current / working directory, dan jika tdk ada akan dilanjutkan mencarinya ke directory tempat header file tersebut disimpan pada saat menginstall compiler-nya.

RESERVED WORD
Bahasa C standar ANSI mempunyai 32 kata kunci dan turbo C menambahkan 7 kata kunci. Katakunci ini tidak dapat digunakan sebagai nama variable atau nama fungsi.


Ket : tanda * menunjukan tambahan dari turbo C Bahasa C adalah bahasa yang case sensitive. Huruf   kecil dibedakan dengan huruf besar dan semua kata kunci ditulis dalam huruf kecil.

IDENTIFIER NAME
Merupakan nama yang dibuat oleh programmer untuk pemberian nama variable, konstanta, fungsi atau label. Identifier name bebas dibuat dengan ketentuan sbb :
1. Panjang minimal 1 karakter, maksimaltidak terbatas, tetapi hanya 32 karakter pertama saja yang
    diperhatikan.
2. Karakter pertama harus berupa huruf atau garis bawah.
3. Tidak diperbolehkan menggunakan karakter khusus dan blank/spasi.
4. Case sensitive, huruf besar dan kecil dianggap beda.
5. Tidak diperkenankan menggunakan kata kunci.

STATEMENT
Statement adalah pernyataan yang menyebabkan suatu tindakan dilakukan oleh komputer. Statement dalam bahasa C diakhiri dengan tanda titik koma ( ; ) . Jenis statement diantaranya :
  1. Empty Statement / Null Statement
    Statemen kosong adalah statement yang hanya terdiri dari peng-akhir titik koma saja, sehingga tidak melakukan tindakan apapun. Digunakan untuk membuat perulangan kosong yang dimaksudkan untuk memberi jarak ke proses selanjutnya.
  2. Expression Statement
    Statemen ungkapan merupakan statemen yang dibentuk dari ungkapan yang diakhiri dengan titik koma.
  3. Control Statement
    Statemen kendali merupakan statemen yang berfungsi untuk mengendalikan proses dari program, dapat berupa proses seleksi kondisi, perulangan atau lompatan. Statemen ini dibentuk dengan menggunakan kata kunci if, switch, do-while, goto, break dan continue.
  4. Coumpound Statement/Block Statement
    Statemen jamak adalah statemen yang terdiri dari beberapa statemen tunggalyang ditulis diantara tanda kurung kurawal ( { } )