Jumat, 30 Maret 2012

Manusia Dan Kebudayaan

Unsur-unsur Yang Membangun Manusia

    Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang memangun manusia  
1. Manusia itu tersendiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
  • Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan di foto, dan menempati ruang dan waktu
  • hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
  • ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi lahirnya kebudayaan
  • nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri  
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
  • Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
  • Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, sering kali kepribadian "eksekutif" karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. 
  • Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, super ego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
 Hakekat Manusia 
Menurut pandangan saya dari semua sumber ada beberapa hakekat manusia yang begitu penting, diantaranya:
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk  lainnya,
-  Makhluk yang memiliki akal pikiran dan budi (perasaan) seperti
  1. Perasaan Intelektual : yaitu daya pikir dan kepintaran mengolah masalah yang terjadi pada hidupnya.                         
  2. Perasaan Diri : yaitu perasaan akan adanya kesedihan, amarah, bahagia, dll
  3. Perasaan Estetis : perasaan menilai akan suatu keindahan yang biasanya timbul dari batin seseorang.                                
  4. Perasaan Sosial : perasaan akan pentingnya hubungan dengan makhluk lain terutama dengan manusia lainnya.
  5. Perasaan Etis : yaitu pola pikir yang sesuai dengan aturan yang berlaku                                      
  6. Perasaan religious : perasaan batin akan Tuhan sang penciptanya.
-  Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pada hakekatnya semua manusia mendambakan untuk hidup dalam suasana damai, tenteram, dan sejahtera, bahkan tak satupun makhluk hidup ini yang suka akan penderitaan. Manusia diciptakan bersuku – suku dan berbangsa – bangsa untuk saling kenal mengenal dan tolong menolong dalam kehidupan ini. Akibat hubungan yang semakin meluas dari antar individu sampai antar Negara atau bangsa hingga menimbulkan perselisihan paham yang ditimbulkan oleh perbedaan cara pandang dari
masing- masing bangsa tersebut. Hal yang lebih memprihatinkan adalah jika perselisihan tersebut berlanjut dalam wujud peperangan.
 
Kepribadian Bangsa Timur

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa.
Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa.
Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah misalnya :
  1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
  2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
  3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
  4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
  1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
  3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
  4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
  5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Bagan mengenai psoko-sosiogram manusia sebagai mana diuraikan di atas menurut Prof. Dr. Koentjaningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalis, dan pembangunan halaman 128.


Pengertian Kebudayaan 
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia 
  2. Kompleks aktivits
  3. Wujud sebagai benda
 Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan yang dimiliki secara bersama oleh warga suatu masyarakat. Pengetahuan yang telah diakui sebagai kebenaran sehingga fungsional sebagai pedoman. keseluruhannya digunakan secara selektif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan atau persoalan yang dihadapi. penggunaan pengetahuan oleh orang perorangan atau kelompok orang tau masyarakat, menggambarkan bahwa sejatinya pengetahuan dimaksud telah dipahami, diserap dan diyakini berkat adanya suatu proses pendidikan panjang (dari kecil sampai dewasa) dalam bentuk internalisasi dan sosialisasi.
            
    Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.

     Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
  • Hakekat Hidup
  1. Hidup itu buruk
  2. Hidup itu baik
  3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
  4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
  • Hakekat Karya
  1. Karya itu untuk menafkahi hidup
  2. Karya itu untuk kehormatan.
  • Persepsi Manusia Tentang Waktu
  1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
  2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
  3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
  • Pandangan Terhadap Alam
  1. Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
  2. Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
  3. Manusia berusaha menguasai alam.
  • Hubungan Manusia Dengan Manusia
  1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
  2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
  3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.
Perubahan Kebudayaan

Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian
tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik
penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:

a.            Mendorong perubahan kebudayaan
  Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
  Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
  Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah

  1. Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah   
      seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.

Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Manusia seperti yang kita tahu, sangat erat kaitannya dengan arti kebudayaan. Kebudayaan itu ibaratnya seperti ciri khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Banyak sekali kebudayaan di negara Indonesia tercinta kita ini, salah satunya adalah seperti kebudayaan Jawa, dan masih banyak lagi.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ya, itu benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam negara kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu. Tapi ini sudah terlambat untuk diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan kebudayaan kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan asing atau luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh ironis memang.
 Jadi kesimpulan dari uraian di atas adalah kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah erat, sebab kebudayaan timbul karena hasil karya cipta dan karsa dari manusia itu sendiri. Dengan kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup bersosialisasi dengan manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang karena masuknya budaya lain. Oleh sebab itu, banyak suku lain menolak kebudayaan dari luar di khawatirkan akan merusak kebudayaan yang mereka anut sejak jaman dahulu.  






Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm

Jumat, 16 Maret 2012

Pengetahuan Dasar Ilmu Budaya Dasar

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

        Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
        Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris "The Humanities". Adapun istilah HUmanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar


         Tujuan dari mempelajari IBD adalah agar seseorang memiliki pengetahuan dasar dan memahami konsep-konsep yang mengkaji masalah antara manusia dengan kebudayaan. Untuk bisa mencapai tujuan tersebu maka diperlukan belajar IBD agar :
  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.


Ilmu Sosial Dasar


        Suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu social.
         Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Budaya Dasar adalah sama-sama berhubungan dengan namanya manusia tetapi jika IBD berkaitan dengan budaya itu sendiri kalau ISD itu berinteraksi dengan manusianya langsung.

Perbedaan IBD dengan ISD

          Perbedaan IBD dengan ISD adalah dalam ruang lingkupnya. IBD ruang lingkupnya lebih mengarah atau membahas kepada masalah atau hubungan antara manusia dengan kebudayaan sedangkan ISD lebih mengarah atau membahas masalah kegiatan sosial yang terjadi didalam masyarakat, konsep tentang kenyataan sosial.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Ruang lingkup IBD terdiri atas dua masalah pokok. diantaranya:
  1. aspek kehidupan
  2. hakekat manusia.
berdasarkan dua pokok masalah diatas manusia menempati posisi yang sangat sentral. manusia disini bertindak sebagai obyek penelitian. penelitian tentang hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan manusia dengan tuhan sehingga pokok bahasan yang di kembangkan adalah:
  1. Manusia dan cinta kasih
  2. Manusia dan Keindahan
  3. Manusia dan Penderitaan
  4. Manusia dan Keadilan
  5. Manusia dan Pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan
kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. tapi ada satu hal yang perlu diingat Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu sastra,ilmu tari, ilmu filsafat dan segala ilmu-ilmu yang ada dalam pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar hanya mempergunakan karya-karya yang ada dalam pengetahuan budaya dasar untuk mendekati masalah-masalah kemanusian dan budaya.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm

Kamis, 08 Desember 2011

Method Pada Java

Method pada Java
Metode (Method) adalah sekumpulan statement program yang disatukan menjadi sebuah subprogram atau fungsi, diawali dengan tanda “{“ diakhiri dengan tanda “}”. Ada 2 macam metode dan 1 metode pengendali, yaitu: 
  • Metode kelas : Metode ini dapat dieksekusi walaupun tidak terdapat objek dalam kelas tersebut. Seperti variabel kelas, metode kelas juga dideklarasikan menggunkan keyword static.
  • Metode objek : Metode ini hanya dapat dieksekusi sehubungan dengan objek tertentu.
  • Metode main() : Metode ini digunakan pada saat aplikasi Java dimulai, menggunakan keyword static. Sebelum aplikasi mulai dieksekusi, diperlukan metode walaupun tanpa objek.  
Metode adalah suatu blok dari program yang berisi kode dengan nama dan properti yang dapat digunakan kembali. Metode dapat mempunyai nilai balik atau tidak, penjelasan beserta contohnya adalah sebagai berikut:

Metode tidak membalikkan nilai 
Jika diberi awalan dengan kata void maka metode tersebut tidak memberi nilai balik. 
contoh:
                        void Namametode(){
                        System.out.println(“INI METODE”);
                        }



Metode membalikkan nilai
Jenis kedua adalah jika metode diberi awalan sebuah tipe data maka metode tersebut akan memberi nilai balik data yang bertipedata sama dengan metode tersebut.
contoh :
                         int Namametode(){ int nilai;
                         System.out.println(“Kasih nilai balik”);
                         return nilai; // mengembalikan suatu nilai dari metode
                         }



Selain dua jenis di atas metode juga ada yang diberi parameter
contoh :
                        void Namametode(String a){
                        System.out.println(“INI METODE”); }



Karakteristik Method
Berikut adalah karakteristik dari method :
  1. Dapat mengembalikan satu nilai atau tidak sama sekali
  2. Dapat diterima beberapa parameter yang dibutuhkan atau tidak ada parameter sama sekali.
  3. Setelah method telah selesai dieksekusi, dia akan kembali pada method yang memanggilnya.
Memanggil Instance dan memberikan Variabel dari Method
Untuk mengilustrasikan bagaimana memanggil method, mari kita menggunakan class string sebagai contoh. Anda dapat menggunakan the dokumentasi dari Java API untuk melihat semua method yang tersedia dalam class string. Selanjutnya, kita akan membuat method, kita sendiri. Tapi untuk saat ini, mari terlebih dahulu kita gunakan method yang sudah disediakan oleh Java.
Untuk memanggil sebuah instance method, kita dapat menuliskan :
                           nameOfObject.nameOfMethod( parameters );
mari kita mengambil dua contoh method yang ditemukan dalam class String.



Contoh program seperti di bawah ini :
                             String str1 = "Hello";
                             char x = str2.charAt(0);
                             String str2 = "hello";
                             boolean result = str1.equalsIgnoreCase( str1 );



Pemberian Variabel dalam Method
Pada contoh kita sebelumnya , kita sudah pernah mecoba melewati variabel pada method. Walaupun kita belum dapat membedakan antara perbedaan tipe variabel yang diberikan (passing) ke method dalam Java. Ada dua tipe data variabel passing pada method, yang pertama adalah pass-by-value dan yang kedua adalah pass-by-reference.


Pass-by-Value
Ketika pass-by-values terjadi, method membuat sebuah salinan dari nilai variable yang dikirimkan ke method. Walaupun demikian, method tidak dapat secara langsung memodifikasi nilai variabel pengirimnya meskipun parameter salinannya sudah dimodifikasi nilainya di dalam method.
Contoh :
                         public class TestPassByValue
                         {
                                    public static void main( String[] args ){
                                    int i = 10;
                                    //mencetak nilai i
                                    System.out.println( i );
                                    //memanggil method test
                                    //passing i pada method test test( i );
                                    //Mencetak nilai i
                                    System.out.println( i );
                                    }
                                    public static void test( int j ){ //merubah nilai parameter j
                                    j = 33;
                                    }
                         }

Pada contoh di atas, kita memanggil method tes dan melewatkan nilai variabel i sebagai parameter. Nilai pada i disalinkan ke variable j pada method. Pada kondisi ini variabel jadalah merupakan variabel pengganti pada method tes, jika nilai j berubah maka nilai variabel i yang terletak pada main tidak akan ikut berubah walaupun awalnya variabel j merupakan salinan dari variabel i.


Pass-by-reference
Ketika sebuah pass-by-reference terjadi, alamat memori dari nilai pada sebuah variable dilewatkan pada saat pemanggilan method. Hal ini berarti bahwa method menyalin alamat memori dari variabel yang dilewatkan pada method. Ini tidak seperti pada pass-by-value, method dapat memodifikasi variabel asli dengan menggunakan alamat memori tersebut, meskipun berbeda nama variabel yang digunakan dalam method dengan variabel aslinya, kedua variabel ini menunjukkan lokasi dari data yang sama.
contoh :
                                  class TestPassByReference
                                  {
                                              public static void main( String[] args ){
                                              //membuat array integer
                                              int []ages = {10, 11, 12};
                                              //mencetak nilai array
                                              for( int i=0; i<ages.length; i++ ){
                                                          System.out.println( ages[i] );
                                                          }
                                              }
                                              test( ages );
                                              for( int i=0; i<ages.length; i++ ){
                                                          System.out.println( ages[i] );
                                                          }
                                              public static void test( int[] arr ){ //merubah nilai array
                                                         for( int i=0; i<arr.length; i++ ){
                                                         arr[i] = i + 50;
                                                         }
                                              }
                                  }



Memanggil Method Static
Method Static adalah method yang dapat dipakai tanpa harus menginisialisasi suatu class (maksudnya tanpa menggunakan variabel terlebih dahulu). Method static hanya dimiliki oleh class dan tidak dapat digunakan oleh instance (atau objek) dari suatu class. Method static dibedakan dari method yang dapat instance di dalam suatu class oleh kata kunci static.
Untuk memanggil method static, ketik :
                   Classname.staticMethodName(params);
Contoh dari static method yang digunakan :
                   System.out.println(“Hello world”);
                   int i = Integer.parseInt(“10”);
                   String hexEquivalent = Integer.toHexString( 10 );



Konstruktor
Konstruktor adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk memberi nilai awal pada saat objek diciptakan. Konstruktor akan dipanggil secara otomatis begitu objek diciptakan. Konstruktor memiliki ciri :
a. namanya sama dengan nama kelas
b. Tidak mengembalikan nilai ( dan juga tidak boleh ada kata void didepannya)
Jika constructor tidak didefinisikan, Java memberikan constructor dengan nama constructor_default. Constructor default tidak melakukan apa-apa, namun semua variabel yang diinisialisasi dianggap sebagai berikut:
  • Variabel numerik diset ke 0
  • String diset ke null
  • Variabel boolean di set ke false
Constructor tidak memiliki tipe hasil, walaupun constructor bisa public, private, atau protected. Sebagian constructor bersifat public.
contoh :
                         class Coba
                         {
                         Coba(){ //Ini yang namanya konstruktor

                         System.out.println(“Ini Konstruktor”);
                         }
                         public static void main(String[] args)
                         {                        

                         Coba obj=new Coba();
                         }
                         }

Jika konstruktor dipanggil dari kelas turunan, maka caranya adalah dengan menuliskan kata super(); pada class turunan. Untuk penurunan sifat akan dibahas pada pertemuan selanjutnya Konstruktor juga ada yang diberi parameter
contoh :
                       konstrk(String a){
                       System.out.println(“INI KONSTRUKTOR”);}

Senin, 05 Desember 2011

Array Pada java

Pengenalan Array
Pada Bab sebelumnya, kita telah mendiskusikan bagaimana cara pendeklarasian berbagai macam variabel dengan menggunakan tipe data primitif. Dalam pendeklarasian variabel, kita sering menggunakan sebuah tipe data beserta nama variabel atau identifier yang unik. Apabila kita ingin menggunakan variabel tersebut, kita akan
memanggil dengan nama identifier-nya. 

Sebagai contoh, kita memiliki tiga variabel dengan tipe data int yang memiliki identifier
berbeda untuk tiap variabel.


                       int number1;
                       int number2;
                       int number3;


                       number1 = 1;
                       number2 = 2;
                       number3 = 3;



Seperti yang dapat Anda perhatikan pada contoh diatas, kode tersebut akan sia-sia karena harus menginisialisasi dan menggunakan setiap variabel padahal sebenarnya variabel-variabel tersebut digunakan untuk tujuan yang sama. Pada bahasa pemrograman Java maupun di bahasa pemrograman yang lain, terdapat sebuah kemampuan untuk menggunakan satu variabel yang dapat menyimpan beberapa data dan memanipulasinya dengan lebih efektif. Tipe variabel inilah yang disebut sebagai array.


 
                                       Gambar 1: Contoh dari Integer Array 


Sebuah array akan menyimpan beberapa item data yang memiliki tipe data sama didalam sebuah blok memori yang berdekatan yang kemudian dibagai menjadi beberapa ruang. Array adalah sebuah variabel/sebuah lokasi tertentu yang memiliki satu nama sebagai identifier, namun identifier ini dapat menyimpan lebih dari sebuah
nilai.



Pendeklarasian Array
Array harus dideklarasikan seperti layaknya sebuah variabel. Pada saat mendeklarasikan array, anda harus membuat sebuah daftar dari tipe data, yang diikuti oleh sepasang tanda kurung [], lalu diikuti oleh nama identifier-nya. Sebagai contoh,

                    int []ages;


atau Anda dapat menempatkan sepasangtandakurung [] sesudah nama identifier. Sebagai
contoh,



                    int ages[];


Setelah pendeklarasian array , kita harus membuat array dan menentukan berapa panjangnya dengan sebuah konstruktor. Proses ini di Java disebut sebagai instantiation (istilah dalam Java yang berarti membuat). Untuk meng-instantiate sebuah obyek, kita membutuhkan sebuah konstruktor. Kita akan membicarakan lagi mengenai instantiate obyek dan pembuatan konstruktor pada bagian selanjutnya. Sebagai catatan bahwa ukuran dari array tidak dapat diubah setelah anda menginisialisasinya. Sebagai contoh,


                      //deklarasi
                      int ages[];
                      //instantiate obyek
                      ages = new int[100];                             



atau bisa juga ditulis dengan,


                     //deklarasi dan instantiate obyek
                     int ages[] = new
                     int[100];



Pada contoh diatas, pendeklarasian tersebut akan memberitahukan kepada compiler Java, bahwa identifier ages akan digunakan sebagai nama array yang berisi data bertipe integer, dan dilanjutkan dengan membuat atau meng-instantiate sebuah array baru yang terdiri dari 100 elemen. Selain menggunakan sebuah pernyataan
new untuk meng-instantiate array, Anda juga dapat mendeklarasikan, membangun, kemudian memberikan sebuah nilai pada array sekaligus dalam sebuah pernyataan.



Sebagai contoh,


                               //membuat sebuah array yang berisi variabel-variabel
                               //boolean pada sebuah identifier. Array ini terdiri dari 4

                               //elemen yang diinisilisasikan sebagai value
                               //{true,false,true,false}
                               boolean results[] ={ true, false, true, false };


                               //Membuat sebuah array yang terdiri dari penginisialisasian
                               //4variabel double bagi value {100,90,80,75}
                               double []grades = {100, 90, 80, 75};


                               //Membuat sebuah array String dengan identifier days. Array
                               //ini terdiri dari 7 elemen.
                               String days[] = { “Mon”, “Tue”, “Wed”, “Thu”, “Fri”, “Sat”,“Sun”};




     Gambar 2: Inisialisasi Arrays

Pengaksesan sebuah elemen array
Untuk mengakses sebuah elemen dalam array, atau mengakses sebagian dari array, Anda harus menggunakan sebuah angka atau yang disebut sebagai indeks atau subscript.

Pada saat memasukkan nilai ke dalam array, sebuah nomor indeks atau subscript telah diberikan kepada tiap anggota array sehingga program dan programmer dapat mengakses setiap nilai pada array apabila dibutuhkan. Nilai indeks selalu dalam tipeinteger, dimulai dari angkanol dan dilanjutkan ke angka berikutnya sampai akhir array. Sebagai catatan bahwa indeks didalam array dimulai dari 0 sampai dengan (ukuranArray-1).


Sebagai contoh, pada array yang kita deklarasikan tadi, kita mempunyai,


                            //memberikan nilai 10 kepada elemen pertama array
                            ages[0] = 10;
                            //mencetak elemen array yang terakhir
                            System.out.print(ages[99]);



Perlu diperhatikan bahwa sekali array dideklarasikan dan dikonstruksi, nilai yang disimpan dalam setiap anggota array akan diinisialisasi sebagai nol. Oleh karena itu, apabila Anda menggunakan tipe data seperti String, array tidak akan diinisalisasi menjadi string kosong “”. Untuk itu Anda tetap harus membuat String array secara eksplisit.
Berikut ini adalah contoh kode untuk mencetak seluruh elemen didalam array. Dalam contoh ini digunakanlah pernyataan for loop, sehingga kode kita menjadi lebih pendek.


                                public class ArraySample{
                                           public static void main( String[] args ){
                                                     int[] ages = new int[100];
                                                     for( int i=0; i<100; i++ ){
                                                                 System.out.print( ages[i] );
                                                     }
                                           }
                                }




Petunjuk penulisan program:
1. Biasanya, lebih baik menginisialisasi atau meng-instantiate array setelah
Anda mendeklarasikannya. Sebagai contoh pendeklarasiannya
int []arr = new int[100];
lebih disarankan daripada,
int []arr;
arr = new int[100];
2. Elemen-elemen dalam n-elemen array memiliki indeks dari 0 sampai n-1.
Perhatikan disini bahwa tidak ada elemen array arr[n]. Hal ini akan menyebabkan
array-index out-of-bounds exception.
3. Anda tidak dapat mengubah ukuran dari sebuah array


Panjang Array
Untuk mengetahui berapa banyak elemen didalam sebuah array, Anda dapat menggunakan atribut length dari array. Atribut ini akan mengembalikan ukuran dari array itu sendiri. Sebagai contoh,

                             arrayName.length


Pada contoh sebelumnya, kita dapat menuliskannya kembali seperti berikut ini,


                            public class ArraySample
                            {
                                     public static void main( String[] args ){
                                                 int[] ages = new int[100];
                                                 for( int i=0; i<ages.length; i++ ){
                                                            System.out.print( ages[i] );
                                                 }
                                     }
                            }




Petunjuk penulisan program:
1. Pada saat pembuatan for loop untuk memproses elemen-elemen dalam array,
gunakanlah at r i but length yang di l etakkan di dalam bag ian pengkondisian
dar i fo r loop. Hal ini akan menyebabkan loop secara otomatis menyesuaikan
diri terhada ukuran array yang berbeda-beda.
2. Pendeklarasian ukuran array di program Java, biasanya menggunakan sebuah
konstanta untuk mempermudah. Sebagai contoh,
final int ARRAY_SIZE = 1000; //pendeklarasian constant
. . .
int[] ages = new int[ARRAY_SIZE];


Array Multidimensi
Array multidimensi diimplementasikan sebagai array yang terl etak di dalam array. Array multidimensi dideklarasikan dengan menambahkan jumlah tanda kurung setelah nama array. Sebagai contoh,

                                  // Elemen 512 x 128 dari integer array
                                  int[][] twoD = new int[512][128];


                                  // karakter array 8 x 16 x 24
                                  char[][][] threeD = new char[8][16][24];


                                  // String array 4 baris x 2 kolom
                                  String[][] dogs = {{ "terry", "brown" },
                                                 { "Kristin", "white" },
                                                 { "toby", "gray"},
                                                 { "fido", "black"}
                                                 };

Untuk mengakses sebuah elemen didalam array multidimensi, sama saja dengan mengakses array satu dimensi. Misalnya saja, untuk mengakses elemen pertama dari baris pertama didalam array dogs, kita akan menulis,


                               System.out.print( dogs[0][0] );


Kode diatas akan mencetak String “terry” di layar.