Jumat, 27 April 2012

Manusia Dan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.    Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus besar bahasa indonesia, cinta adalah sebuah persaaan suka kepada seseorang atau ketertarikan seseorang kepada orang lain. Sedangkan kasih adalah perasaan yang timbul karena kasihan, jika digabungkan maka cinta kasih akan berarti rasa suka yang muncul karena adanya rasa untuk mengasihi. Cinta sendiri memiliki beberapa unsur dasar yang harus dipahami yaitu
1.      Pengasuhan
2.      Tanggungjawab
3.      Pengenalan
4.      Perhatian
selain itu cinta juga mempunyai pondasi yang saling berhubungan yang akan menentukan posisi orang yang dicintai
1.      Keintiman
2.      Kemesraan
3.      Keterikatan
dalam islam cinta dibagi tiga yaitu
1.      Cinta tertinggi : cinta kepada Allah SWT, Rosulullah, dan berjihad dijalannya
2.      Cinta menengah : cinta kepada lingkungan sekitar
3.   Cinta rendahan : cinta yang hanya dengan diikuti oleh hawa nafasu dan cinta kepada syaiton
Jika unsur – unsur di atas dapat dipenuhi dengan baik maka cinta akan memberikan hikmah – hikmah positif di antaranya :
1.      Timbulnya keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat
2.      Mengetahui apakah itu cinta yang dimiliki hanya main – main atau tidak
3.      Berputarnya roda kehidupan yang baik
4.      Munculnya karya – karya indah dari tangan – tangan manusia yang memiliki cinta

B.     Cinta Menurut Ajaran Agama


Dalam kehidupan ini, cinta merupakan hal yang dibutuhkan. Sehingga aagamapun mengajarkan cinta dan penerapannya dalam kehidupan ini. Dalam islam cinta di bagi beberapa bagian
1.      Cinta diri
Melakukan hal – hal yang tidak membahayakan dirinya sendiri
2.      Cinta sesama
Melakukan hal – hal yang bisa membuat dirinya dan sekitarnya bahagia
3.      Cinta seksual
Cinta agar mendapatkan keturunan
4.      Cinta kebapakan
Cinta seorang ayah kepada anaknya karena anak adalah semangat bagi dirinya
5.      Cinta Allah
Cinta untuk melakukan hal – hal yang tidak membuat Allah SWT murka
6.      Cinta rosul
Cinta untuk melakukan kebiasaan – kebiasaan baiknya

C.     Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan perasaan mencintai yang butuh beberapa factor yang tidak boleh hilang dari jalur yaitu


1.      Tanggungjawab
2.      Jujur
3.      Pengorbanan
4.      Salaing percaya
5.      Saling terbuka
6.      Saling pengertian


Kasih sayang yang biasanya muncul adalah kasih sayang orang tua kepada anaknya atau sebaliknya. Jika dilihat dari segi keaktifan, kasih sayang ini di bagi beberapa bagian


1.      Orang tua aktif, anak pasif
2.      Orang tua pasif, anak aktif
3.      Orang tua pasif, anak pasif
4.      Orang tua aktif anak pasif



D.    Kemesraan

 
Kemesraan adalah sebuah ungkapan perasaan manusia yang sedang dimabuk asmara. Kemesaraan terlihadt dari pancaran matanya, tanganya, atau bahkan tubuhnya. Bagaimana seroang melihat dengan penuh kasih, bagaimana seorang membelai kekasihnya dengan kedua tangannya yang lembut, dan banyak lagi ungkapan kemesraan yang ditunjukan seseorang kepada kekasihnya.



E.     Pemujaan
Pemujaan adalah bentuk cinta seorang manusia kepada tuhannya. Pemujaan ini bersifat mutlak karena tuhan yang menciptakan semuanya sehingga akan terasa malang jika dalam sekejap saja rasa cinta manusia kepada tuhannya hilang. Bentuk pemujaan kepada sang tuhan bisa bermacam – macam sesuai dengan kepercayaan masing 0 masing manusia. Jika kepercayaan dalam islam, mereka pergi ke masjid untuk sholat. Jika budda, mereka pergi ke pura dan sebagainya.

F.      Belas Kasihan
Belas kasihan merupakan sebuah rasa yang muncul karena mempunyai rasa simpati kepada sesama.

G.    Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis adalah bentuk cinta yang diikuti rasa ingin bersatu dalam hal fisis. Tetapi hubungan dalah hal fisis ini bukan diikuti dengan hawa nafsu yang dapat melahirkan hal – hala negativ melainkan diikuti hal – hal yang dapat memperbesar rasa cinta dan kasih. 


Sumber :http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab4-manusia_dan_cinta_kasih.pdf
 


Jumat, 06 April 2012

Konsepsi IBD Dalam Kesusatraan

Pendekatan Kesusastraan
          
          IBD yang semula bernama Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Dalam bahasa latin Humanus yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari humanities manusia akan lebih mausiawi, lebih berbudaya, dan halus. Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra mempunyai the humanities.alasanya karena sastra menggunakan bahasa dan bahasa dapat menampung semua pernyataan kegiatan manusia. Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya sastra adalah abstraksi. Seni adalah ekspresi yang normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Jadi nilai-nilai yang ditampilkan lebih fleksible, baik isinya maupun cara penyampaianya.

Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa

          Istilah prosa banyak padananya. Dalam bahasa Indonesia istilah prosa diterjemahkan sebagai cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh imanjinasi. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal prosa lama dan baru :

            A.Prosa lama meliputi
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
            5.      Cerita pelipur lara
B.Prosa baru meliputi :
1.       Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

 

 
 Nilai-nilai Dalam Prosa Fiksi

Sebagai seni bertulang punggung cerita, sastra mau tidak mau membawakan moral, pesan/cerita. Dengan kata lain prosa mempunyai nilai-nilai. Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan warisan cultural
            4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamanya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamanya. Keduanya selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disajikan dengan interaksi tokoh-tokohnya. Konflik dapat terjadi baik di dalam diri tokoh sendiri maupun antar tokoh satu dengan lainya.
 
Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
 
 
         Puisi dipakai sebagai media belajar sesuai dengan pokok bahasan yang terdapat pada ilmu budaya dasar. Puisi termasuk sastra, sedangkan sastra bagina dari kesenian dan kesenian cabang dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kereativitas penyair dalam membangun puisinya menggunakan :
 
1.      Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori dsb.
2.      Kata-kata ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda
3.  Kata-kata yang berjiwa / kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi pengalaman sang penyair sehinggal terasa hidup
4.      Kata-kata konotatif, kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa.
5. Pengulangan, berfungsi mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga mengunggah hati


 
Dibalik kata-katanya yang sulit dimengerti puisi berisi potret kehidupan manusia. Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada IBD antara lain :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian dan penyampaian pengalaman disebut “pengalaman perwakilan”. Berarti manusia memiliki salah satu kebutuhan hidupnya dari sekedar pengalaman langsung yang terbatas.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran manusia
Dengan membaca puisi manusia diajak untuk menjenguk hati dan pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
3.      Puisi dan keinsyafan social
Puisi memberikan pengetahuan manusia sebagai mahluk social, yang terlibat dalam isu dan problem social. Puisi dapat menafsirkan situasi dasar social yang bisa berupa:
-          Penderitaan atas ketidakadilan
-          Perjuangan untuk kekuasaan
-          Konflik dengan sesamanya
-          Pemberontakan terhadap hokum Tuhan

Puisi-puisi umumnya berisi nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Cinta kasih adalah salah satu nilai kemanusian yang sering dituangkan dalam puisi. Cinta kasih itu tidak berdiri sendiri terkadang ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusian yang lain seperti penderitaan.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm 

Jumat, 30 Maret 2012

Manusia Dan Kebudayaan

Unsur-unsur Yang Membangun Manusia

    Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang memangun manusia  
1. Manusia itu tersendiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
  • Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan di foto, dan menempati ruang dan waktu
  • hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
  • ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi lahirnya kebudayaan
  • nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri  
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
  • Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
  • Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, sering kali kepribadian "eksekutif" karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. 
  • Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, super ego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
 Hakekat Manusia 
Menurut pandangan saya dari semua sumber ada beberapa hakekat manusia yang begitu penting, diantaranya:
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk  lainnya,
-  Makhluk yang memiliki akal pikiran dan budi (perasaan) seperti
  1. Perasaan Intelektual : yaitu daya pikir dan kepintaran mengolah masalah yang terjadi pada hidupnya.                         
  2. Perasaan Diri : yaitu perasaan akan adanya kesedihan, amarah, bahagia, dll
  3. Perasaan Estetis : perasaan menilai akan suatu keindahan yang biasanya timbul dari batin seseorang.                                
  4. Perasaan Sosial : perasaan akan pentingnya hubungan dengan makhluk lain terutama dengan manusia lainnya.
  5. Perasaan Etis : yaitu pola pikir yang sesuai dengan aturan yang berlaku                                      
  6. Perasaan religious : perasaan batin akan Tuhan sang penciptanya.
-  Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pada hakekatnya semua manusia mendambakan untuk hidup dalam suasana damai, tenteram, dan sejahtera, bahkan tak satupun makhluk hidup ini yang suka akan penderitaan. Manusia diciptakan bersuku – suku dan berbangsa – bangsa untuk saling kenal mengenal dan tolong menolong dalam kehidupan ini. Akibat hubungan yang semakin meluas dari antar individu sampai antar Negara atau bangsa hingga menimbulkan perselisihan paham yang ditimbulkan oleh perbedaan cara pandang dari
masing- masing bangsa tersebut. Hal yang lebih memprihatinkan adalah jika perselisihan tersebut berlanjut dalam wujud peperangan.
 
Kepribadian Bangsa Timur

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa.
Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa.
Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah misalnya :
  1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
  2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
  3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
  4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
  1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
  3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
  4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
  5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Bagan mengenai psoko-sosiogram manusia sebagai mana diuraikan di atas menurut Prof. Dr. Koentjaningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalis, dan pembangunan halaman 128.


Pengertian Kebudayaan 
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia 
  2. Kompleks aktivits
  3. Wujud sebagai benda
 Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan yang dimiliki secara bersama oleh warga suatu masyarakat. Pengetahuan yang telah diakui sebagai kebenaran sehingga fungsional sebagai pedoman. keseluruhannya digunakan secara selektif dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan atau persoalan yang dihadapi. penggunaan pengetahuan oleh orang perorangan atau kelompok orang tau masyarakat, menggambarkan bahwa sejatinya pengetahuan dimaksud telah dipahami, diserap dan diyakini berkat adanya suatu proses pendidikan panjang (dari kecil sampai dewasa) dalam bentuk internalisasi dan sosialisasi.
            
    Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.

     Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
  • Hakekat Hidup
  1. Hidup itu buruk
  2. Hidup itu baik
  3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
  4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
  • Hakekat Karya
  1. Karya itu untuk menafkahi hidup
  2. Karya itu untuk kehormatan.
  • Persepsi Manusia Tentang Waktu
  1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
  2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
  3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
  • Pandangan Terhadap Alam
  1. Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
  2. Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
  3. Manusia berusaha menguasai alam.
  • Hubungan Manusia Dengan Manusia
  1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
  2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
  3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.
Perubahan Kebudayaan

Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian
tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik
penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:

a.            Mendorong perubahan kebudayaan
  Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
  Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
  Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah

  1. Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah   
      seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.

Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Manusia seperti yang kita tahu, sangat erat kaitannya dengan arti kebudayaan. Kebudayaan itu ibaratnya seperti ciri khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Banyak sekali kebudayaan di negara Indonesia tercinta kita ini, salah satunya adalah seperti kebudayaan Jawa, dan masih banyak lagi.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ya, itu benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam negara kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu. Tapi ini sudah terlambat untuk diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan kebudayaan kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan asing atau luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh ironis memang.
 Jadi kesimpulan dari uraian di atas adalah kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah erat, sebab kebudayaan timbul karena hasil karya cipta dan karsa dari manusia itu sendiri. Dengan kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup bersosialisasi dengan manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang karena masuknya budaya lain. Oleh sebab itu, banyak suku lain menolak kebudayaan dari luar di khawatirkan akan merusak kebudayaan yang mereka anut sejak jaman dahulu.  






Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm

Jumat, 16 Maret 2012

Pengetahuan Dasar Ilmu Budaya Dasar

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

        Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
        Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris "The Humanities". Adapun istilah HUmanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar


         Tujuan dari mempelajari IBD adalah agar seseorang memiliki pengetahuan dasar dan memahami konsep-konsep yang mengkaji masalah antara manusia dengan kebudayaan. Untuk bisa mencapai tujuan tersebu maka diperlukan belajar IBD agar :
  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.


Ilmu Sosial Dasar


        Suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu social.
         Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Budaya Dasar adalah sama-sama berhubungan dengan namanya manusia tetapi jika IBD berkaitan dengan budaya itu sendiri kalau ISD itu berinteraksi dengan manusianya langsung.

Perbedaan IBD dengan ISD

          Perbedaan IBD dengan ISD adalah dalam ruang lingkupnya. IBD ruang lingkupnya lebih mengarah atau membahas kepada masalah atau hubungan antara manusia dengan kebudayaan sedangkan ISD lebih mengarah atau membahas masalah kegiatan sosial yang terjadi didalam masyarakat, konsep tentang kenyataan sosial.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Ruang lingkup IBD terdiri atas dua masalah pokok. diantaranya:
  1. aspek kehidupan
  2. hakekat manusia.
berdasarkan dua pokok masalah diatas manusia menempati posisi yang sangat sentral. manusia disini bertindak sebagai obyek penelitian. penelitian tentang hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan manusia dengan tuhan sehingga pokok bahasan yang di kembangkan adalah:
  1. Manusia dan cinta kasih
  2. Manusia dan Keindahan
  3. Manusia dan Penderitaan
  4. Manusia dan Keadilan
  5. Manusia dan Pandangan hidup
  6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan
kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. tapi ada satu hal yang perlu diingat Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu sastra,ilmu tari, ilmu filsafat dan segala ilmu-ilmu yang ada dalam pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar hanya mempergunakan karya-karya yang ada dalam pengetahuan budaya dasar untuk mendekati masalah-masalah kemanusian dan budaya.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-ilmu_budaya_dasar.htm